83 Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEI (Subsektor Makanan & Minuman): Daftar Lengkap + Cara Memakainya

83 Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEI (Subsektor Makanan & Minuman): Daftar Lengkap + Cara Memakainya – Kami paham banget kenapa daftar emiten food & beverage (F&B) di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sering dicari. Entah Apakah Anda investor pemula yang lagi “cuci mata” cari saham konsumsi, mahasiswa yang butuh sampel penelitian, atau pelaku bisnis yang mau mengintip peta kompetitor—ujungnya sama: pengin tahu, sebenarnya ada perusahaan apa saja yang masuk subsektor makanan dan minuman.

Yang bikin seru, subsektor ini terasa dekat dengan keseharian kita. Produk-produknya kita temui di warung, minimarket, sampai aplikasi pesan antar. Jadi ketika membaca laporan kinerja atau berita korporasi, rasanya lebih “nyambung” karena kita bisa membayangkan demand-nya seperti apa di dunia nyata.

Di artikel ini kami rangkum daftar 83 perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI sesuai bahan dari IDX Channel (dipublikasikan 14 April 2025). Kami juga tambahkan cara sederhana untuk memakai daftar ini: bagaimana mengelompokkan emiten, apa yang perlu dicek sebelum menjadikannya watchlist, dan jebakan umum yang sering bikin orang salah paham.

Apa yang dimaksud “subsektor makanan dan minuman” di BEI?

Subsektor makanan dan minuman diisi oleh emiten yang lini usaha utamanya terkait produksi dan penjualan produk makanan dan minuman.

Di BEI sendiri, pengelompokan industri menggunakan IDX Industrial Classification (IDX-IC)—sebuah klasifikasi industri yang diluncurkan BEI untuk menggantikan JASICA. Metode klasifikasinya didasarkan pada barang atau jasa akhir yang diproduksi dan menjadi sumber pendapatan mayoritas.

Kenapa perlu kami tekankan bagian ini? Karena di praktiknya, istilah “F&B” di bursa sering terasa luas. Ada perusahaan yang jelas-jelas makanan/minuman kemasan, tapi ada juga yang masih beririsan dengan rantai pasok pangan (misalnya bahan baku, agribisnis, pakan, hingga produk protein). Jadi, daftar ini paling enak dipakai sebagai peta awal—bukan label final untuk menilai bisnisnya “murni” F&B atau tidak.

Kenapa daftar emiten F&B ini berguna?

Biasanya daftar seperti ini dipakai untuk 4 hal:

  1. Bikin watchlist cepat
    Daripada mulai dari nol, kamu tinggal pilih 10–20 emiten yang paling relevan dengan gaya investasimu.
  2. Bahan riset/skripsi yang rapi
    Banyak penelitian butuh “populasi perusahaan subsektor makanan & minuman”. Daftar ini jadi titik start yang praktis.
  3. Membandingkan hulu–tengah–hilir
    Kamu bisa lihat rantai bisnis pangan lebih utuh: dari bahan baku, produksi, sampai distribusi dan merek.
  4. Mendeteksi tema besar
    Misalnya tren susu & dairy, minuman siap minum, protein hewani, atau ekspor komoditas berbasis pangan.

Cara membaca daftar: nama emiten vs kode saham

Di BEI, setiap emiten punya kode saham (ticker)—contohnya ICBP, INDF, MYOR, ULTJ, ROTI, dan seterusnya. Kode ini yang Anda pakai saat mencari harga saham, grafik, laporan, hingga berita korporasi di aplikasi sekuritas atau portal pasar modal.

Kalau Anda baru mulai, jangan langsung pusing dengan puluhan ticker. Mulai dari:

  • 5 emiten yang produknya kamu kenal,
  • 5 emiten yang kapitalisasinya besar/likuid (biasanya lebih “ramai” dianalisis),
  • lalu tambah perlahan berdasarkan minat: dairy, snack, minuman, protein, dll.

Daftar lengkap 83 perusahaan Food & Beverage yang terdaftar di BEI (Subsektor Makanan & Minuman)

Berikut daftar 83 emiten sesuai publikasi IDX Channel.

No Nama Perusahaan Kode
1 PT Astra Argo Lestari Tbk AALI
2 PT Akasha Wira International Tbk ADES
3 PT Asia Sejahtera Mina Tbk AGAR
4 PT FKS Food Sejahtera Tbk AISA
5 PT Tri Banyan Tirta Tbk ALTO
6 PT Agung Menjangan Mas Tbk AMMS
7 PT Andira Agro Tbk ANDI
8 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk ANJT
9 PT Cilacap Samudera Fishing Indus Tbk ASHA
10 PT Estika Tata Tiara Tbk BEEF
11 PT BISI International Tbk BISI
12 PT Formosa Ingredient Factory Tbk BOBA
13 PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk BTEK
14 PT Budi Starch & Sweetener Tbk BUDI
15 PT Eagle High Plantation Tbk BWPT
16 PT Campina Ice Cream Industry Tbk CAMP
17 PT Citra Borneo Utama Tbk CBUT
18 PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk CEKA
19 PT Sariguna Primatirta Tbk CLEO
20 PT Cisarua Mountain Dairy Tbk CMRY
21 PT Wahana Interfood Nusantara Tbk COCO
22 PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN
23 PT Central Proteina Prima Tbk CPRO
24 PT Toba Surimi Industries Tbk CRAB
25 PT Cisadane Sawit Raya Tbk CSRA
26 PT Dewi Shri Farmindo Tbk DEWI
27 PT Delta Djakarta Tbk DLTA
28 PT Dua Putra Utama Makmur Tbk DPUM
29 PT Dharma Samudera Fishing Industri Tbk DSFI
30 PT Dharma Satya Nusantara Tbk DSNG
31 PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk ENZO
32 PT FAP Agri Tbk FAPA
33 PT FKS Multi Agro Tbk FISH
34 PT Senta Food Indonesia Tbk FOOD
35 PT Golden Plantation Tbk GOLL
36 PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk GOOD
37 PT Aman Agrindo Tbk GULA
38 PT Gozco Plantations Tbk GZCO
39 PT Buyung Poetra Sembada Tbk HOKI
40 PT Indo Boga Sukses Tbk IBOS
41 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP
42 PT Era Mandiri Cemerlang Tbk IKAN
43 PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF
44 PT Indo Pureco Pratama Tbk IPPE
45 PT Jhonlin Agro Raya Tbk JARR
46 PT Jaya Agra White Tbk JAWA
47 PT Jafpa Comfeed Indonesia Tbk JPFA
48 PT Mulia Boga Raya Tbk KEJU
49 PT PP London Sumatra Indonesia Tbk LSPI
50 PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk MAGP
51 PT Malindo Feedmill Tbk MAIN
52 PT Menthobi Karyatama Raya Tbk MKTR
53 PT Mahkota Group Tbk MGRO
54 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI
55 PT Mayora Indah Tbk MYOR
56 PT Wahana Inti Makmur Tbk NASI
57 PT Indo Oil Perkasa Tbk OILS
58 PT Provident Investasi Bersama Tbk PALM
59 PT Pradiksi Gunatama Tbk PGUN
60 PT Panca Mitra Multiperdana Tbk PMMP
61 PT Prasidha Aneka Niaga Tbk PSDN
62 PT Palma Serasih Tbk PSGO
63 PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ROTI
64 PT Sampoerna Agro Tbk SGRO
65 PT Salim Ivomas Pratama Tbk SIMP
66 PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk SIPD
67 PT Sekar Bumi Tbk SKBM
68 PT Sekar Laut Tbk SKLT
69 PT Smart Tbk SMAR
70 PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk SSMS
71 PT Sumber Tani Agung Resources Tbk STAA
72 PT Siantar Top Tbk STTP
73 PT Triputra Agro Persada Tbk TAPG
74 PT Jaya Swarasa Agung Tbk TAYS
75 PT Tunas Baru Lampung Tbk TBLA
76 PT Tigaraksa Satria Tbk TGKA
77 PT Teladan Prima Agro Tbk TLDN
78 PT Cerestar Indonesia Tbk TRGU
79 PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Co Tbk ULTJ
80 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk UNSP
81 PT Wahana Pronatural Tbk WAPO
82 PT Widodo Makmur Perkasa Tbk WMPP
83 PT Widodo Makmur Unggas Tbk WMUU

Sumber: IDX Channel (Market News) — daftar 83 perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI subsektor makanan dan minuman (dipublikasikan 14/04/2025).

Cara cepat mengelompokkan 83 emiten ini (biar nggak “tenggelam”)

Kalau Anda melihat daftar panjang seperti ini, wajar kalau langsung bingung. Cara yang saya pakai biasanya begini:

1) Kelompok “produk konsumen langsung”

Ini yang biasanya produknya langsung kita beli dan konsumsi harian: makanan kemasan, minuman siap minum, susu/dairy, roti, snack, dll. Dari daftar, kamu bisa mulai dari ticker yang familiar seperti ICBP, INDF, MYOR, ULTJ, ROTI, CLEO, CAMP, CMRY, MLBI, STTP (contoh saja dari list).

Kelebihannya: demand relatif mudah dibaca lewat kebiasaan konsumsi. Kekurangannya: persaingan brand bisa ketat dan biaya promosi besar.

2) Kelompok “protein & pakan”

Di subsektor ini, pergerakan kinerja sering terkait harga pakan, siklus permintaan, dan efisiensi produksi. Contoh ticker dari daftar: CPIN, JPFA, MAIN, WMUU, WMPP, dan lainnya.

3) Kelompok “hulu pangan/agri & komoditas”

Ada emiten yang lebih dekat ke bahan baku/komoditas (misalnya berbasis perkebunan atau input pangan). Dalam IDX-IC, klasifikasi mempertimbangkan output utama yang menyumbang pendapatan mayoritas, jadi perusahaan yang kamu kira “agrikultur murni” bisa saja tetap punya keterkaitan kuat ke rantai pangan. Prinsip klasifikasi berbasis barang/jasa akhir ini dijelaskan dalam pengumuman peluncuran IDX-IC oleh BEI.

Checklist praktis: kalau daftar ini mau Anda jadikan watchlist investasi

Biar aman dan nggak “asal pilih”, ini checklist yang biasanya saya jalankan:

  1. Cek model bisnisnya
    Apakah jual produk konsumen? B2B bahan baku? Ekspor? Atau gabungan?
  2. Cek tren pendapatan & laba 3–5 tahun
    Saya pribadi lebih nyaman melihat pola yang masuk akal, bukan cuma satu tahun “meledak”.
  3. Cek margin & biaya bahan baku
    Di sektor pangan, pergeseran harga komoditas dan kurs bisa terasa cepat ke margin.
  4. Cek utang & arus kas
    Perusahaan bisa laba, tapi kalau arus kas seret, biasanya ada cerita lain di operasionalnya.
  5. Cek likuiditas sahamnya
    Ini penting kalau kamu tipe yang butuh keluar-masuk relatif mudah.

Catatan: ini bukan ajakan beli/jual ya—lebih ke cara menyaring agar watchlist Anda rapi dan relevan.

Penutup

Intinya, subsektor makanan & minuman di BEI itu luas dan menarik—dan daftar 83 emiten ini bisa Anda jadikan peta awal untuk riset, penelitian, maupun menyusun watchlist yang lebih “berisi”. Sumber yang Anda berikan memuat daftar lengkap beserta ticker-nya, jadi Anda tinggal lanjutkan dengan pengecekan profil dan kinerja masing-masing emiten sesuai tujuanmu. Baca juga daftar perusahaan Food beverage di Cikarang.

Kalau Usaha Anda bergerak dibidang makanan: Untuk mendukung quality control produk kemasan Anda jangan lupa gunakan  Red Seal Checker, EAA Film, Dyne Pen.

By admin

error: Content is protected !!